• Air terjun Tirto Kemanten juga dikenal dengan sebutan air terjun kembar. Sebab terdapat dua air terjun , disebut juga air terjun Wonorejo karena letaknya diwilayah dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru. Hembusan angin yang sejuk dan aliran air yang begitu dingin akan menyegarkan dan melepaskan kepenatan anda akibat rutinitas sehari-hari.
  • Gaya (disimbolkan huruf F = Force ) adalah sesuatu yang dapat memengaruhi gerak suatu benda. Benda yang semula diam jika dikenai gaya dapat bergerak.
  • Pantai yang indah yang berada di pucuk selatan Kabupaten Banyuwangi inilah yang menjadi destinasi wisata andalan Pemkab Banyuwangi. Memiliki ciri bukit besar dan warna pasir yang berubah-ubah serta tak ketinggalan sunset yang dapat dilihat di Pulau Merah membuat mata anda termanjakan berada disini.
  • Tumpahan Air Terjun Lider memiliki terjunan air setinggi 60 meter dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan lau dan berasal dari mata air pegunungan. Di sisi air terjun utama juga terdapat 4 air terjun kecil yang merupakan bagian dari air terjun utama.
  • Air Terjun Antogan Pesona dipercaya sebagai pemandian keramat. Kalau sepasang kekasih datang dan mandi di air terjun tersebut, maka dipercaya akan menjadi pasangan sampai tua. Air Terjun yang memiliki ketinggian sekitar enam meter tersebut berasal dari Sungai Longon.

Kamis, 16 Februari 2017

Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen 




Tenaga Eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.



Tenaga Eksogen dibedakan menjadi 3 yaitu :

1.     PELAPUKAN (WEATHERING) 
Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi.

2.     PENGIKISAN (EROSI)
      Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi anginair atau es, karakteristik hujancreep 
Pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.

3             3PENGENDAPAN (SEDIMENTASI)

Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es atau gletser di suatu cekungan.




Pelapukan Fisik

Pelapukan

Pelapukan dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.      Pelapukan FISIS/MEKANIK
                     Proses penghancuran batuan secara fisik tanpa merubah struktur batuan
         asalnya
2.      Pelapukan KEMIS/KIMIAWI
                     Proses penghancuran batuan secara kimia yaitu pelarutan batuan oleh air
3.      Pelapukan BIOLOGIS/ORGANIS
         Proses penghancuran batuan oleh aktivitas organisme (manusia, hewan dan tumbuhan)


  1. Pelapukan Fisik/Mekanik
Pelapukan Fisis disebabkan :

1.      Perubahan suhu yang sangat ekstrem (tiba-tiba)
          Pada saat panas tinggi menyebabkan batu akan
          memuai dan pada saat dingin akan mengkerut

2.      Adanya air yang masuk dalam pori-pori batuan, maka
           pada saat membeku maka akan menekan batu dari
          dalam sehingga retak
      


        2. Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kemis/kimiawi
Akibat air hujan yang mengandung senyawa air (H2O) dan
karbondioksida (CO2) apabila bereaksi dengan kapur (CaCO3)
sehingga melarutkannya batu kapur dan terbentuk lobang
yang disebut karren dan cekungan yang disebut Doline


Doline adalah telaga/danau di daerah kapur/karst
          3. Pelapukan Biologi
Penyebabnya adalah proses organisme yaitu hewan, tumbuhan dan manusia,       
yaitu :
1. Hewan yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga.
2. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar-akar serat makanan menghisap garam makanan dapat merusak batuan.
3. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.

Erosi/Pengikisan
 Berdasarkan tenaga yang mengikis dibedakan menjadi  4  :
·        Tenaga angin = Deflasi & korasi
·        Tenaga air sungai  = Ablasi
·        Tenaga gelombang air laut = Abrasi
·        Tenaga gletser = Eksarasi

➤  Tenaga Angin

Korasi adalah pengikisan yang dilakukan oleh material yang di ikutinya
Deflasi adalah pengikisan yang dilakukan oleh anginnya

➤ Erosi Air Sungai




Meander
Meander adalah badan sungai yang berbelok-belok secara teratur dengan arah belokan mencapai setengah lingkaran. Belokan tersebut adakalanya terpisah dengan sungai karena aliran kembali menerobos lurus.




Ngarai Sianok


Ngarai atau disebut sebagai canyon dalam bahasa Inggris Amerika atau cañon dari bahasa Spanyol, adalah sebuah lembah dalam bersisi terjal yang terbentuk akibat erosi aliran air sungai.
➤Erosi Air Laut


Cliff/Tebing Terjal
Tebing atau jurang adalah formasi bebatuan yang menjulang secara vertikal. Tebing terbentuk akibat dari erosi.






➤Erosi Gletser 
Moraine
Moraine merupakan bentukan oleh bagian depan sungai es yang bergerak maju. Moraine itu terbuat selama akhir abad es. Moraine ini sangat tidak stabil dan kadang-kadang menimbulkan banjir besar.








Sedimentasi/Pengendapan


Berdasarkan tenaga yang mengendapkan sedimentasi dibedakan menjadi 4 :

1.     Tenaga angin = aeolis

2.     Tenaga air sungai= aquatis/alluvial/fluvial

3.     Tenaga gelombang air laut = marine

4.     Tenaga gletser = glasial

Berdasarkan tempat pengendapan sedimentasi dibedakan menjadi 4 :

1.     Diendapkan di darat                = teristrial

2.     Diendapkan di dasar sungai     = fluvial/alluvial

3.     Diendapkan di dasar laut          = marine

4.     Diendapkan di danau                = limnis



Bentuk Bumi Hasil Sedimentasi

➤Sedimentasi Angin
Barchan

Sand Dunes

Sedimentasi tersebut di endapkan di darat maka termasuk Teristrial

➤Sedimentasi Aquatis

Delta
Alluvial Fan

Oxbow Lake ( Danau tapal kuda)
Material-material yang terbawa aliran sungai akan di endapkan di suatu tempat

➤Sedimentasi Gelombang laut
Tombolo

Material-material yang terbawa gelombang laut yang saling
bertemu akan mengendap dan menghubungkan dua pulau
disebut tombolo

Senin, 07 November 2016

LARUTAN ASAM, BASA, DAN GARAM


Apakah kamu pernah meminum obat yang berasal dari apotek? bagaimana rasa obat tersebut? obat tak jarang berasa pahit. Sebenarnya, kamu sering menemui atau menggunakan benda/bahan yang bersifat asam, basa dan garam (netral). Ketiga zat kimia tersebut sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

A.   Sifat-Sifat Asam dan Basa

1.      Asam Berasa Masam, Basa Berasa Pahit
Rasa pahit obat adalah karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang disebut Basa. Sifat basa dapat dikenali dari rasanya yang pahit. Sebaliknya asam berasa masam. Akan tetapi rasa bukan cara yang tepat untuk mengenali sesuatu apakah zat itu asam atau basa. Hal ini penting agar tidak membiasakan mengenali bahan dengan mencicipi atau membau suatu yang tidak dikenal. Beberapa asam dan basa bersifat racun, sehingga dapat membahayakan kesehatan. Beberapa buah dan bahan makanan yang berasa masam dapat dipastikan mengandung larutan asam, seperti jeruk, lemon, tomat, larutan cuka, acar, dan yoghurt. Sebaliknya hanya sedikit makanan yang mengandung basa. Beberapa basa digunakan sebagai obat sakit perut, pelawas atau obat urus-urus, misalnya antasid, bahan pembersih, seperti sabun, shampo, deterjen dan pembersih pipa.
2.      Asam Bersifat Korosif, sedangkan Basa Bersifat Kaustik
Pernahkah kamu melihat orang membersihkan bahan dari logam, misalnya kuningan atau perunggu dengan menggunakan jeruk nipis atau belimbing wuluh? Atau pernahkah kamu melihat ketika Air keras di teteskan ke benda logam?  Jeruk nipis dan belimbing wuluh mengandung asam. Demikian pula Air keras yang diteteskan pada suatu logam. Asam bereaksi dengan sebagian besar logam, seperti besi, seng, tembaga, alumunium. jika suatu larutan asam, misalnya asam klorida (HCl) mengenai bahan dari besi, maka akan terjadi reaksi yang membentuk Besi II Klorida (FeCl) dan gas Hidrogen(H2). Hal ini dapat menjelaskan mengapa di daerah dengan keasaman tinggi cenderung membuat perabotan dari bahan dasar logam, seperti mobil, motor, dan mesin cepat keropos. Asam juga beraksi dengan zat lain yang berbahan dasar kalsium dan kaca seperti kalsit, marmer, dan sebagainnya. Itulah sebabnya ibu rumah tangga sering menambahkan asam cuka ketika memasak tulang karena terjadi reaksi dengan kalsium karbonat membentuk kalsium asetat,  karbon dioksida dan air. Basa umumnya tidak bereaksi dengan logam, akan tetapi bereaksi dengan protein dan lemak. Bagaimana rasa tubuhmu ketika mandi dengan sabun?  Itulah salah satu dari sifat basa, yaitu terasa licin. Beberapa basa digunakan untuk bahan pembersih karena sifatnya yang alkalis, seperti kalsium hidroksida (KOH) untuk pembuatan sabun mandi, Natrium Hidroksida (NaOH) untuk pembuatan deterjen.
3.      Asam dan Basa Bersifat Elektrolit
Tahukah kamu cairan apakah yang digunakan untuk mengisi aki (accu) mobil/motor? umumnya baterai mobil menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) atau disebut Accu Zuur. Mengapa? Karena larutan asam bersifat elektrolit. Larutan elektrolit adalah zat-zat yang larut dalam air yang menghasilkan ion-ion sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Menurut Arrhenius, asam merupakan senyawa yang larutannya dalam air melepaskan ion hidrogen (H+). Jika kamu memasukkan asam klorida ke dalam air, maka akan berdisasosiasi membentuk ion-ion H+ dan ion Cl-.
 Ion-Ion itu dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan listrik. Makin besar senyawa dalam larutan melepaskan ion, makin besar derajat ionisasinya. Makin besar konsentrasi ion dalam larutan, makin kuat elektrolitnya. Demikian pula sebaliknya, makin besar senyawa dalam larutan melepaskan ion, makin besar derajat ionisasinya. Makin besar konsentrasi ion dalam larutan, makin kuat elektrolitnya. Demikian pula sebaliknya, makin kecil senyawa asam dalam larutan melepaskan ion, makin kecil derajat ionisasinya dan makin kecil sifat elektrolitnya. Basa juga bersifat elektrolit. Basa melepaskan ion hidroksida (OH-) yang bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik.
4.      Asam Memerahkan Kertas Lakmus dan Basa Membirukannya
Secara umum, larutan dapat berupa asam, basa atau netral. Keasaman atau kebasaan suatu larutan dapat diuji dengan menggunakan kertas lakmus. Kertas Lakmus adalah indikator keasaman atau kebasaan, yang jika dimasukkan ke dalam larutan asam atau basa akan berubah warna. Perubahan warna itulah yang dijadikan dasar untuk menentukan apakah larutan itu asam atau basa. Kertas Lakmus ada yang bersifat asam, ada yang bersifat basa dan ada pula yang bersifat netral. Tabel dibawah ini menunjukan perubahan warna kertas lakmus pada larutan asam, basa dan netral.
5.      Asam Bereaksi dengan Basa
Bila larutan asam ditambahkan dengan larutan basa atau sebaliknya maka akan terjadi reaksi saling menetralkan. Oleh karena itu, reaksi asam basa disebut pula reaksi penetralan atau reaksi netralisasi. Ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam, maka reaksi asam basa juga disebut penggaraman, karena menghasilkan garam dan air. Karena natrium klorida(garam dapur) mudah larut dalam air, senyawa itu tetap berada dalam larutan. Jika garam hasil reaksi asam basa sukar larut dalam air, maka garam tersebut akan membentuk endapan dan air.
secara sederhana reaksi asam basa dapat dituliskan sebagai berikut.

Garam hasil reaksi basa tidak semuannya bersifat netral. Hal itu tergantung pada jenis asam dan basa yang direaksikan. Garam hasil reaksi asam kuat dengan basa lemah akan menghasilkan garam yang bersifat asam, contohnya sal amoniak (NH4Cl)
Sebaliknya garam hasil reaksi asam lemah dengan basa kuat akan menghasilkan garam yang bersifat basa, misalnya natrium fospat (Na3PO4). Garam dapur (NaCl) merupakan garam yang bersifat netral adalah hasil reaksi dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (NaOH)
B.   Mengenali Keasaman dan Kebasaan Suatu Larutan
1.      Menggunakan Kertas Lakmus
Pada pembahasan yang lalu tentang sifat asam basa atau netral dapat menggunakan kertas lakmus. Kamu telah melakukan percobaan dengan menggunakan kertas lakmus dari berbagai larutan dan menentukan apakah suatu larutan bersifat asam, basa atau netral. Cara lain menguji keasaman atau kebasaan suatu larutan adalah dengan menggunakan larutan indikator.
2.      Menggunakan Larutan Indikator
Larutan indikator adalah larutan berwarna yang berubah dalam keadaan asam basa atau netral. Larutan indikator dapat digunakan untuk menguji apakah suatu larutan bersifat asam, basa atau netral. Beberapa Indikator yang sering digunakan dalam laboratorium  adalah fenolftalein (PP), Bromtymol biru, metil merah dan metil jingga.
Hasil uji keasaaman dengan indikator tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

3.      Menggunakan Indikator Alami
Indikator alami adalah indikator yang diperoleh dari ekstrak bahan perwarna alam, seperti kunyit, bunga kembang sepatu, kubis ungu, dan sebagainnya. Warna dari bahan alam itu dapat menjadi indikator karena memberikan warna yang berbeda suasana asam, basa dan netral. Sebagai contoh, parutlah sepotong kunyit, ambil airnya dengan cara memerahnya. Dalam keadaan netral, kunyit berwarna kuning. Masukkan dalam dua tabung reaksi. kemudian teteskan pada masing-masing tabung larutan asam dan basa. Lihatlah perubahan warna yang terjadi. Dalam suasana asam, warna kunyit sedikit memucat, sedangkan pada suasana basa warnanya akan berubah dari jingga hingga merah. Dengan menggunakan ekstrak kubis ungu akan deporleh hasil yang lebih baik, karena dapat memberikan gradasi warna dari merah tua pada suasana asam kuat hingga kuning pada suasana basa kuat, seperti tampak pada tabel di bawah:
C.    Menentukan Derajat Keasaman Suatu Larutan
Sebagaiman disebutkan diatas, derajat keasaman suatu larutan ditentukan oleh konsentrasi ion H+ dalam larutan. semakin banyak ion H+ yang dilepaskan, semakin lemah keasaman suatu larutan.

1. Hubungan Tingkat dengan pH
Tingkat keasaman suatu larutan tergantung pada konsentrasi ion H+. Makin besar konsentrasi ion H+, makin asam suatu larutan. Sorrensen, seorang ahli kimia berkebangsaan Denmark mengajukan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+ suatu larutan. pH dinyatakan dalam bentuk skala dengan nomor 0-14. Skala itu dibagi menjadi tiga daerah, daerah netral pada skala 7, daerah asam pada skala < 7 dan daerah basa pada skala > 7. Makin besar konsentrasi ion h+, makin kuat keasaman suatu larutan, maka semakin kecil nilai pH, demikian pula sebaliknya. Nilai pH dapat pula dinyatakan dengan pOH. Jika pH menyatakan konsentrasi ion H+, maka pOH menyatakan konsentrasi ion oH- akan menurun dan nilai pOH bertambah. Jumlah ion H berbanding terbalik dengan jumlah ion OH. Bila pH suatu larutan adalah 4, maka skala pOH adalah 10. Sebaliknya bila pH suatu larutan adalah 10, maka skala pOH adalah 4.

2. Indikator Universal
Indikator Universal adalah larutan yang dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator alami ada dua macam, yaitu berbentuk larutan dan berbentuk kertas. Dalam bentuk larutan, bila dimasukkan dalam larutan yang bersifat asam, basa atau garam akan menunjukan perubahan warna yang berbeda-beda. Dalam bentuk kertas, seperti halnya dengan kertas lakmus, kertas indikator dicelupkan dalam larutan yang hendak diuji kadar pH-nya, maka kertas indikator akan menunjukan perubahan warna yang berbeda-beda pula, tergantung dari keasaman larutan tersebut. Larutan atau kertas indikator tersebut selanjutnya dicocokan dengan warna standar yang telah ditentukan skala pH-nya seperti tampak pada gambar di bawah ini.

3. pH Meter
Diantara berbagai alat ukur keasaman atau kebebasan yang memiliki derajat ketelitian yang paling akurat adalah pH meter. pH meter adalah perangkat elektronik yang bertenaga baterai yang dibuat untuk mengukur pH suatu larutan dengan ketelitian sampai dua digit di belakang koma. pengguna tinggal mencelupkan elektrode ke dalam larutan yang hendak diukur, hasilnya akan terbaca pada layar monitor. Alat ini relatif mahal dan jarang dipunyai oleh laboratorium sekolah, karena nilai manfaatnya yang relatif sedikit. Di laboratorium, pengujian air dan bahan-bahan larutan alat ini sangat penting, karena ketepatan dan kecepatannya.


D. Macam-Macam Asam, Basa dan Garam dalam Kehidupan Sehari-hari

Asam dapat dibedakan menjadi asam mineral, yaitu asam yang disintetis dari mineral, misalnya asam fluorida  (HF) dari fluor, asam klorida (HCl) dari bahan chlor, asam sulfat (H2SO4) dari belerang, asam nitrat (HNO3) dari Natrium, dan Asam Fospat (H3PO4) dari Fosfor. Asam mineral banyak digunakan dalam kegidupan sehari-hari. Pelukis kaca menggoreskan lukisannya dengan  mereaksikan asam florida. Para Perajin hiasan dinding dari bahan logam tembaga menggunakan asam sulfat untuk membuat hiasan atau kaligrafi. Bahan yang sama juga digunakan untuk mengisi aki mobil atau motor. Natrium benzoat digunakan secara luas sebagai bahan pengawet makan. Asam organik, yaitu asam yang terbentuk dari senyawa organik, misalnya asam semut (HCOOH) dari cairan yang dikeluarkan oleh semut atau lebih, asam humat, yaitu suatu zat penyusun humus, asam asetat dari bahan larutan cuka, asam sitrat yang terdapat didalam jeruk, asam tartrat yang terdapat dalam buah apel, asam malat yang terdapat dalam buah apel, asam benzoat terdapat dalam rempah-rempah seperti cengkeh, merica dan sebagainya. Dalam tubuh kita, asam klorida diproduksi dalam jumlah yang cukup besar setiap harinya, yaitu di lambung yang dikenal dengan asam lambung. Asam lambung disamping membantu mencerna makanan juga berperan membunuh kuman yang masuk bersama-sama dengan makanan. Dalam kehidupan keseharian, hampir tidak mungkin tidak bersentuhan dengan bahan asam, namun kita tidak mengenalinnya dengan baik. Demikian pula halnya dengan bahan basa. Dalam kehidupan sehari-hari, basa umumnya terdapat di dalam bahan pembersih. Sabun, Shampo, pasta gigi umumnya berbahan basa seperti kalium hidroksida (KOH). Bahan deterjen yang kita gunakan untuk mencuci, pembersih lantai, pembersih kaca, obat pemutih pakaian, sabun cuci, bahkan pembersih mobil dan pelindung cat digunakan bahan basa, misalnya natrium hidroksida (NaOH). Larutan magnesium hidroksida sering digunakan untuk bahan pembersih kerak pada pipa yang sulit dibersihkan dengan cara biasa. Alumunium Hidroksida Al(OH)2 merupakan bahan basa yang sering digunakan untuk menetralkan keasaman tubuh kita yang seringkali menimbulkan bau tak sedap atau yang sering disebut deodorant. Demikian pula obat pencahar yang sering disebut garam inggris, obat sakit perut atau antacid, obat tetes mata, obat pembersih luka dan sebagainya. Beberapa jenis garam yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain terlihat di dalam tabel dibawah ini.

Minggu, 07 Agustus 2016

Penyajian dan Pengolahan Data

         Siswa kelas VI sedang melaksanakan ulangan matematika. Dari 24 siswa diperoleh hasil ulangan setiap siswa sebagai berikut.


8      7    6     5    9    8    8    6

6      8    9     7    8    6    5    8

8      6    7     7    8    5    6    7

       Berapakah siswa yang memperoleh nilai 7? Berapakah nilai tertinggi yang diperoleh siswa? Berapakah siswa yang mendapat nilai tertinggi? Agar lebih mudah menjawabnya, maka kumpulan data tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Pelajarilah materi berikut ini dengan saksama agar kamu dapat memahaminya.

A. Menyajikan Data ke Bentuk Tabel dan Diagram

          Data yang telah dikumpulkan dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Data yang disajikan dalam bentuk diagram akan memudahkan dalam membaca dan menafsirkan data tersebut. Ada empat macam diagram yang akan kamu pelajari yaitu diagram gambar, diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran. Berikut adalah contoh - contohnya :

1. Diagram Gambar
    Diagram Gambar Diagram gambar adalah diagram yang berbentuk lambang-lambang. Contohnya Seperti dibawah ini :
Diagram Gambar
Setelah melihat contoh di atas, kita ketahui bahwa :
Siswa yang memiliki nilai 5 = 4 anak
Siswa yang memiliki nilai 6 = 9 anak
Siswa yang memiliki nilai 7 = 12 anak
Siswa yang memiliki nilai 8 = 8 anak
Siswa yang memiliki nilai 9 = 7 anak
Jumlah Siswa Kelas 6 adalah 40 anak.

2. Diagram Batang 
    Diagram batang merupakan gambar batang yang digunakan untuk memudahkan membaca data. Batang-batang disusun secara vertikal, tinggi batang menunjukkan banyaknya data. Sumbu horizontal menunjukkan macam data. Seperti gambar berikut :

Diagram Batang
Dari diagram di atas, dapat kita simpulkan bahwa :
Siswa yang memiliki nilai 4 = 3 anak
Siswa yang memiliki nilai 5 = 4 anak
Siswa yang memiliki nilai 6 = 4 anak
Siswa yang memiliki nilai 7 = 7 anak
Siswa yang memiliki nilai 8 = 11 anak
Siswa yang memiliki nilai 9 = 8 anak
Siswa yang memiliki nilai 10 = 3 anak 
Maka jumlah siswa dari kelas VI adalah 40 anak

3. Diagram Lingkaran 
    Diagram lingkaran adalah gambar yang berbentuk lingkaran dan berfungsi untuk menyajikan data. Pada diagram lingkaran, setiap kelompok data diwakili oleh juring-juring lingkaran sehingga satu lingkaran penuh mewakili keseluruhan data.

Diagram Lingkaran, Makanan Pokok di Indonesia
Untuk memperoleh bagian daerah pada diagram lingkarannya, maka kita harus membuat daerah-daerah data. Untuk membentuk daerah data pada lingkaran data diubah dalam satuan derajat
Contoh diagram di atas, apabila terdapat 30 ton seluruh makanan pokok di Indonesia, dan jumlah padi adalah 15 ton, jumlah jagung 7,5 ton, dan jumlah sagu 7,5 ton.

4. Diagram Garis
    Diagram garis adalah diagram yang menyajikan suatu data dengan menggunakan garis. Mirip sekali dengan Diagram Batang. 
Diagram garis





B. Menentukan Rata-rata Hitung (Mean) dan Nilai Paling Sering Muncul (Modus)

1. Menentukan Rata-Rata Hitung dan Modus
    Rata-rata hitung disebut juga mean. Untuk menentukan rata-rata hitung digunakan rumus.




Perhatikan contoh berikut! 
Contoh : 
1. Ahmad mengikuti ulangan matematika sebanyak 5 kali dengan nilai
 7 9 8 6 10
 Tentukan rata-rata nilai ulangan Ahmad!

Maka rata-rata nilai ulangan Ahmad = 8.

2. Nilai ulangan matematika kelas VI sebagai berikut
Hitunglah rata-rata hitungnya!
Jadi, Rata-rata nilai ulangan Matematika Kelas VI adalah 6,925.

2. Menentukan Modus, Nilai Tertinggi, dan Nilai Terendah 

    Data yang sudah terkumpul dapat ditentukan nilai tertinggi dan nilai terendah. Dengan mengurutkan data yang ada kamu dapat menentukan nilai tertinggi dan nilai terendah. Kemudian kamu dapat dengan mudah menyajikannya dalam bentuk tabel. Agar kamu lebih memahaminya pelajarilah contoh berikut ini. 
Contoh : 
Data nilai ulangan matematika dari 20 siswa kelas VI adalah sebagai berikut:

a. Urutkan data tersebut dari yang terkecil. 
b. Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel. 
c. Nilai berapakah yang paling banyak diperoleh siswa? 
d. Berapakah nilai ulangan terendah yang diperoleh siswa? 
e. Berapakah nilai ulangan tertinggi yang diperoleh siswa?

Jawab :
a. 5, 5, 6, 6, 6, 6, 7,7,7,7,7,7,7,8,8,8,8,9,9,10
b. 


c. 7
d. 5
e. 10
Data yang paling sering muncul dalam sekelompok data disebut modus. Dengan mengurutkan data kamu juga dapat menentukan data mana yang sering muncul atau frekuensinya terbanyak. Modus tabel di atas adalah 7 karena nilai 7 paling sering keluar.

Satuan Debit

          Banu mempunyai akuarium berbentuk balok dengan ukuran panjang 30 dm, lebar 50 dm, dan tinggi 60 dm. Akuarium Banu akan diisi air sampai penuh dari sebuah kran. Jika debit air yang mengalir adalah 50 L/jam . Berapa lama akuarium tersebut akan terisi air? Untuk menjawabnya, kalian harus mengetahui terlebih dahulu arti dari debit air. Pelajarilah bab ini dengan sungguh-sungguh agar kamu dapat mengetahuinya. Bab ini juga sangat penting untuk bab-bab di sekolah tingkat menengah pertama.


A. Mengenal Satuan Debit


         Zat cair mengalir melalui penampang, sungai, pipa atau saluran air. Air yang mengalir juga mempunyai kecepatan tertentu. Satuan debit biasanya digunakan untuk menentukan volume air yang mengalir dalam satuan waktu.
Rumus untuk menghitung Debit Air
Misal :
1. Sebuah akuarium diisi air dengan air kran yang debitnya 100 L /jam. Artinya, dalam waktu 1 jam volume air yang mengalir adalah 100 liter.
2. Debit air suatu sungai adalah 2.500 dm3 /detik. Artinya dalam waktu 1 detik volume air yang mengalir adalah 2.500 dm3.


Contoh :
           Bu Ida akan mengisi bak mandi. Bak itu dapat menampung 600 liter air bila penuh. Ternyata dalam 1 jam bak air itu sudah penuh. Berapakah debit air ledeng itu dalam tiap menit? Jawab : Diketahui : Volume = 600 liter Waktu = 1 jam = 60 detik
Ditanyakan : Debit = ... liter/menit
Jawab : Volume/waktu. Debit = 600 liter /60 menit. Jadi debit air ledeng adalah 10 liter/menit
*usahakan apabila menjawab soal, ditulis kembali apa saja yang diketahui, untuk meningkatkan tingkat ketelitian siswa


B. Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Satuan Debit


Contoh
 1. Sebuah air terjun dalam waktu 15 menit dapat mengalirkan air sebanyak 21.600 m3 . Berapa m3 /detik debit aliran air terjun tersebut?
Jawab : Volume = 21.600 m3, Waktu = 15 menit = 900 detik. Debit = Volume/waktu. Debit = 21.600/900= 24 m3 /detik Jadi, debit aliran air terjun adalah 24 m3 /detik.


 2. Sebuah bak mandi volumenya 650 m3 . Karena bocor air berkurang hingga tersisa 200 m3 dalam waktu 50 menit. Berapa debit air yang berkurang?
Jawab : Volume awal = 650 m3, Volume akhir = 200 m3, Waktu = 50 menit
Ditanyakan : Debit ...?
Waktu Perubahan volume Debit = Waktu Volume awal - Volume akhir = 650 - 200 = 450 m3 = 450.000
50 menit = 50 x 60 = 3.000 detik
 Maka debitnya = 450.000/3.000 = 450 dm3/detik.